‘We are a small country’: why Malaysia is resisting US defence spending call - South China Morning Post

‘We are a small country’: why Malaysia is resisting US defence spending call - South China Morning Post style="width:100%; border-radius:10px;">

Mengapa Malaysia Menolak Panggilan Belanja Pertahanan AS?

Malaysia telah menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara, tetapi dengan cara yang lebih bijak dan tidak terlalu bergantung pada belanja pertahanan yang besar. Hal ini tercermin dari pernyataan Perdana Menteri Malaysia yang menyatakan bahwa "kami adalah negara kecil" dan tidak dapat membelanjakan terlalu banyak untuk pertahanan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Malaysia memiliki prioritas lain yang lebih penting, seperti pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup rakyat.

Malaysia juga telah menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap tekanan AS untuk meningkatkan belanja pertahanan. AS telah menyarankan bahwa Malaysia harus meningkatkan belanja pertahanannya untuk memenuhi ancaman keamanan di kawasan Asia Tenggara, tetapi Malaysia telah menolak saran ini. Malaysia lebih memilih untuk memfokuskan pada pembangunan kapasitas pertahanannya sendiri, rather than bergantung pada bantuan Luar Negeri. Hal ini menunjukkan bahwa Malaysia memiliki komitmen yang kuat untuk mempertahankan kemerdekaannya dan membuat keputusan yang tepat untuk rakyatnya.

Missile Deal dengan Norwegia

Malaysia juga telah terlibat dalam konflik dengan Norwegia mengenai pembelian rudal yang tidak kunjung terealisasi. Malaysia telah memesan rudal dari Norwegia senilai US$252 juta, tetapi Norwegia telah membatalkan kesepakatan tersebut. Malaysia telah menuntut agar Norwegia segera mengembalikan dana yang telah dibayarkan, tetapi Norwegia telah menolak untuk melakukannya. Malaysia telah menyatakan bahwa Norwegia tidak dapat "membasuh tangannya" dari kesepakatan tersebut dan harus bertanggung jawab atas konsekuensinya.

Malaysia juga telah mempertimbangkan untuk mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pertahanannya. Malaysia telah menyatakan bahwa mereka sedang mencari opsi lain untuk membeli rudal yang dibutuhkan, dan bahwa mereka tidak akan terlalu bergantung pada satu negara saja. Hal ini menunjukkan bahwa Malaysia memiliki komitmen yang kuat untuk mempertahankan keamanannya dan membuat keputusan yang tepat untuk rakyatnya.

Double Standard dalam Hukum Internasional

Malaysia juga telah mengekspresikan kekhawatirannya mengenai double standard dalam hukum internasional. Malaysia telah menyatakan bahwa ada kesenjangan besar antara apa yang diterapkan pada negara-negara besar dan negara-negara kecil. Malaysia telah mencontohkan bahwa negara-negara besar seperti AS dan Inggris dapat melakukan tindakan agresif tanpa dihukum, sementara negara-negara kecil seperti Malaysia diharuskan untuk mematuhi hukum internasional. Malaysia telah menyerukan agar hukum internasional diterapkan secara adil dan tidak memihak.

Malaysia telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan toleran terhadap double standard dalam hukum internasional. Malaysia telah menyatakan bahwa mereka akan terus memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dalam hukum internasional, dan bahwa mereka tidak akan ragu untuk mengekspresikan kekhawatiran mereka mengenai isu-isu yang mempengaruhi keamanan dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa Malaysia memiliki komitmen yang kuat untuk mempertahankan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan dalam hukum internasional.

Catat Ulasan

0 Ulasan